Ramadhan Sukses




Rabb-Mu berkata: "Setiap perbuatan baik dilipat gandakan pahalanya sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa, puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya. Shaum adalah perisai yang melindungi dari api neraka. Bau mulut orang yang ber-shaum di sidu Allah lebih wangi dari pada parfum misik. (Hadist Qudsi)

Sebagai hamba beriman tentunya tidak akan melewatkan kesempatan waktu yang berharga untuk berjumpa di bulan ramadhan, bulan dilipat gandakannya pahala (keberuntungan) dari Allah swt atas perintah yang wajib maupun sunnah. Bagi hamba beriman maka ramadhanlah waktunya mendulang kesuksesan hidup. Tak ada manusia dengan keyakinan apapun juga yang tidak menginginkan kehidupan sukses.

Sebagai mahluk sosial yang dikaruniai akal pikiran dan emosi, manusia selalu berupaya untuk memenuhi setiap keinginannya, seperti ingin makan enak, pakaian bagus, uang banyak, mobil mewah, dan sederetan keinginan yang sifatnya materi.

Tiap manusia juga ingin hidup sehat, panjang umur, aman nyaman, cinta, harga diri, dan keinginan-keinginan non-material lainnya. Hampir semua keinginan tersebut dapat dipenuhi.

Ada sebagian orang yang mengartikan bahwa keberhasilan manusia untuk menggapai apa yang diinginkan ini sebagai sebuah sukses.

Dalam kamus motivasi dan pengembangan diri kontemporer, tidak ada kata yang lebih populer dan menjadi idiom wajib yang harus diketahui, difahami, dihafal dan disemboyankan, kecuali kata sukses. Sebuah kata yang selalu diidam-idamkan oleh setiap orang, baik tua ataupun muda, bujang atau berkeluarga, pesuruh ataupun bos, baik manager atau direktur, baik pegawai, birokrat atau politisis.

Semua orang menginginkan dan memimpikan sukses. Sukses dalam hidupnya sebagai pengusaha, sukses sebagai ayah, sukses sebagai sahabat, sukses sebagai warga masyarakat dan seterusnya. Jika dilihat dari keinginan manusia ini, maka sukses berarti sebuah keberhasilan manusia mencapai apa yang diinginkannya. Namun tidak semua pencapaian keinginan dapat diartikan sebagai sebuah kesuksesan.

Manusia diharapkan menjadi mahluk terbaik dengan bimbingan dan pengetahuan yang diberikan Sang Pencipta kepadanya. Untuk menjadi terbaik seluruh fitrah yang ada padanya harus dioptimalkan, mengoptimalkan al-Ruh, al-Qolb, al-Aql, al-Iradah, al-Nafs, al-Syahwahdan al-Hawa sesuai dengan tuntunan yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya.

Kemudian seluruh perangkat pendukungnya, ketujuh al-Fitrah al-Syahadah, apakah itu Kecerdasan Fisik, Kecerdasan Intelektual sampai  Kecerdasan Emosi dan Spiritual harus dihidupkan dan dikembangkan secara maksimal. Kesempurnaan manusia inilah yang disebut sebagai al-Insan al-Kamilah, citra manusia sempurna yang hidup dan berkembang faktor-faktor fitrahnya, baik yang ghoib atau yang nyata.

Menurut fitrahnya, manusia diciptakan Allah ke bumi adalah sebagai hamba-Nya, yang akan mengabdikan hidup dan kehidupannya untuk Allah semata, sebagaimana dinyatakan al-Qur'an:

Dan tiadalah Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali agar meng-ibadah-i-Ku. (QS. al-Dzariat : 56)

Jika dilihat dari ayat ini, maka makna sukses adalah keberhasilan manusia untuk menjadikan apapun yang ada padanya sebagai sarana untuk menegakkan penghambaan dan pengabdian kepada Allah belaka. Ketika dia berjuang dan berhasil menggapai tujuannya, berupa jabatan, harta atau apapun, maka semua itu dijadikan sarana untuk pengabdiannya kepada Allah, maka inilah makna sukses yang sebenarnya menurut islam.

Karena apalah artinya jika manusia berhasil menggapai semua tujuannya, jika menyimpang dari fitrah penciptaannya sebagai mahluk yang beribadah kepada Allah semata, sebagaimana yang diikrarkan dalam sholatnya. Sesungguhnya sholatku, pengabdianku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah semata.

Allah dan Rasul-Nya telah memerintahkan agar manusia mengikuti fitrahnya, sebagaimana Allah telah menentukan fitrah kepadanya. Maka fitrah sukses yang sudah ada pada diri manusia harus dibangkitkan jika manusia ingin menggapai sukses secara fitrah yang dikehendaki Allah. Meninggalkan semua konsep dan metode non fitrah yang telah direka dan diraba-raba manusia yang tidak mengetahui hakikatnya. Panduan Allah dan Rasul-Nyalah yang mesti diikuti.

"Dan ikutilah yang paling baik dari apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu...." (QS. 39:55).

"Aku tinggalkan kamu dua perkara, apabila kamu berpegang teguh kepadanya, kamu tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu Kitab Allah (al-Qur'an) dan Sunnah Rasul." (HR. Bukhori-Muslim)

Jadi sukses hidup adalah menjadi hamba Allah yang taat, patuh, setia, cinta kepada-Nya, karena diri kita dan diselamatkannya hidup kita di dunia dan akhirat. Ramadhan sukses itu berarti keberhasilan dalam mencapai dan menggapai mardhotillah yang sejati dengan memaksimalkan waktu yang dimiliki untuk bakhti pada Ilahi Rabbi.

        


0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Terpopuler