Kekuatan Manusia Ada Batasnya



Di pagi hari ada seorang kakek berjalan sambil membawa barang yang mau dijual di pasar basah. Kakek itu memikul barang yang mau dijual berupa sayur, daun pisang, daun bayam dan ayam. Dan ternyata dia memikul barang itu dengan kekuatan tenaga yang luar biasa sebab dia berjalan saja sudah dibantu dengan sebuah tongkat. Semangat hidup masih terpancar dari wajahnya tampak lelah di raut wajahnya. Kekuatan tenaga sudah tidak mendukung semangat berjuang dan berusaha. Saya sangat terinspirasi dan termotivasi dengan kakek itu, kekuatan motivasi untuk bekerja keras dan semangat hidup untuk mandiri dan tidak tergantung orang lain perlu kita contoh.

Yang menjadi pertanyaan, kenapa kakek yang berjalan saja sudah dibantu dengan tongkat, masih mau bekerja dan berusaha mencari penghidupan. Apakah dia tidak punya anak yang mestinya melarang orang tuanya tidak bekerja lagi, karena faktor usia yang tentunya sudah harus banyak istirahat. Atau mungkin memang kakek itu seorang yang tangguh, tidak mau merepotkan orang lain walaupun anak sendiri. Dan mungkin bisa saja kakek itu memang senang bekerja, karena kalau tidak bekerja akan membuat badan jadi sakit semua.

Sungguh menjadi pelajaran kita dalam hidup ini, karena dalam hidup ini ada awal dan juga ada akhir, ada kekuatan pasti ada kelemahan, ada muda ada tua dan masih banyak lagi. Tanpa disadari seorang manusia ternyata waktu berjalan dengan cepat, hari berganti dengan pasti dan kita tidak sadar yang semula anak-anak menjadi tua dan sakit-sakitan. Inilah kita wajib belajar dalam hidup ini, yang pastinya manusia pada khususnya dan makhluk hidup di dunia pada umumnya pasti akan berakhir. Dan manusia pasti akan melemah dan melemah karena faktor usia yang semakin tu.

Manusia tidak akan mendapatkan apa-apa di usia tua jika dalam menapaki hidupnya selama masih muda tidak berusaha untuk membuat bekal di usia tuanya. Mumpung masih muda, kekuatan fisik dan pikiran masih benar-benar sehat dan kuat, sehingga dalam usia muda kita wajib belajar dan bekerja dengan keras. Inilah yang disebut kesempatan dalam hidup, dan manusia sering kali melupakan kesempatan ini.

Kadang-kadang juga ada manusia tidak sadar sudah semakin tua dan kondisi tubuh semakin melemah. Walaupun semangat hidup dan bekerja masih kuat, dan merasa umur masih panjang, tetapi fisik tubuhnya tidak sekuat sebelumnya. Dan masih banyak di antara kita, tiba-tiba tergeletak sakit karena tubuhnya tidak bisa menopang lagi dari semangat hidupnya. Misalkan jantung bermasalah, ginjal mulai sakit, paru-parunya harus dibantu dengan alat, kadar gula tinggi, atau tensi darahnya juga tinggi. Ini semua merupakan peringatan secara langsung kepada kita, bahwa semangat dalam hidup juga harus diatur atau dimanaj. Semangat harus berkobar terus dan pantang surut, tetapi fisik juga harus dijaga.

Sehingga kekuatan semangat dan kekuatan tubuh harus dimaksimalkan dalam usia muda, serta harus diatur kapan kita akan bekerja dengan semangat dan pikiran saja. Harapan kita kelak di usia tua kita akan lebih menikmati hidup dari perjuangan dan usaha keras di usia muda. Sisa hidup kita maksimalkan untuk beribadah dan berdoa sehingga Alloh SWT mengampuni semua kelalaian kita saat usia muda. Semoga bermanfaat. Salam The real problem solver.

Sumber: http://goo.gl/koWbs

        


0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Terpopuler