Pelajaran Dari Cicak



Teman-teman yang baik, saya ingin mengajak anda semua belajar dari salah satu mahkluk yang pernah Allah ciptakan di muka bumi ini. Saya yakin anda semua pernah mendengar nama mahkluk yang satu ini. Dinosaurus. Ya, itu nama mahkluk tersebut, pasti anda sering mendengar namanya bukan?
Atau memiliki bayangan seperti apa mahkluk yang disebut dinosaurus melalui film-film buatan Holywood. Walaupun pastinya anda belum pernah secara langsung melihat dinosaurus, karena memang dinosaurus dan manusia hidup di zaman yang berbeda. Apa yang ada dalam pikiran anda saat membayangkan dinosaurus? Mungkin yang ada dalam pikiran anda saat mendengar dinosaurus adalah hewan reptile raksasa yang sangat besar, kuat dan ganas yang pada saat itu menjadi penguasa di bumi ini. Namun yang ada saat ini, kita hanya bisa melihat fosil-fosil tulangnya atau jejak kakinya saja yang sudah membatu dan menjadi fosil. Ya, karena dinosaurus telah punah dari bumi ini yang diakibatkan oleh bencana alam terbesar yang pernah ada di zamannya pada saat itu. Akibat bencana alam batu meteor yang jatuh ke bumi pada saat itu mengakibatkan perubahan iklim dan cuaca yang sangat ekstrem di bumi. Yang kemudian dinosaurus tidak dapat bertahan dan akhirnya punah.

Teman-teman yang baik,  ironis bukan melihat kisah dinosaurus yang kita tahu sebagai binatang reptile yang besar, kuat, ganas dan menjadi mahkluk terkuat dan terbesar di bumi pada saat itu, akhirnya punah karena tidak mampu beradatapsi dengan lingkungannya. Namun teman-teman, saya ingin mengajak anda belajar juga dari salah satu mahkluk ciptaan Allah yang lain, yaitu cicak. Saya yakin kalau binatang yang satu ini pasti anda semua pernah melihatnya. Ternyata Cicak yang sering kita lihat di dinding rumah kita sudah ada pada zaman dinosaurus dahulu. Kalau kita melihat cicak jelas-jelas salah satu reptile yang jauh lebih kecil dan lebih lemah dibandingkan dinosaurus. Namun kok dinosaurus yang besar dan kuat akhirnya punah? Sedangkan cicak yang kecil dan lemah masih bisa hidup sampai saat ini. Ya, karena dinosaurus tidak memiliki kemampuan yang dimiliki cicak. Yaitu kemampuan beradatapsi dengan lingkungannya, sehingga kita melihat cicak dapat hidup dimanapun dan dalam lingkungan apapun. Kita bisa melihat luar biasanya cicak beradatapsi, sehingga kita bisa melihat hampir di setiap rumah dan bangunan manapun cicak selalu menunjukkan keberadaannya. Baik itu di bangunan yang besar, mewah dan kokoh bahkan sampai gubuk tereyot sekalipun pasti ada cicak disitu. Itu adalah pelajaran pertama yang bisa kita ambil dari cicak tentang bagaimana beradatapsi terhadap perubahan dalam hidup. Bahwa dalam hidup tidak cukup memiliki tubuh yang besar dan kuat seperti dinosaurus, tapi jadilah seperti cicak yang mampu bertahan dan beradatapsi terhadap rintangan dan tantangan sebesar apapun.

Teman-teman yang baik, pelajaran kedua yang bisa kita ambil dari cicak adalah tentang kesabaran. Apakah anda tahu  makanan cicak? Ya, makanan cicak adalah nyamuk. Kalau kita berpikir secara logika atau kita merasakan bagaimana menjadi cicak mungkin kita akan protes terhadap Tuhan. Bagaimana mungkin cicak yang tidak memiliki sayap dan tidak bisa terbang harus menangkap seekor nyamuk yang memiliki sayap dan bisa terbang? Namun ternyata cicak tidak pernah mengeluh maupun protes terhadap Tuhan karena harus menangkap nyamuk yang bisa terbang. Dengan penuh kesabaran dan ketenangan cicak terus menunggu sampai ada nyamuk yang terbang mendekat dirinya baru kemudian cicak mengejarnya dan memakan nyamuk tersebut. Luar biasa bukan cicak dengan kesabarannya bisa terus bertahan menunggu sampai mangsanya mendekat, tidak peduli selama apapun dia harus menunggu. Karena cicak tahu bahwa Tuhan itu adil dan tidak akan zhalim terhadap mahkluknya. Makanya cicak  tidak menyerah dan terus sabar menunggu, karena cicak tahu bahwa pasti akan ada nyamuk yang mendekatinya kalau dia tetap bersabar. Coba anda bayangkan, cicak saja mengerti tentang ilmu sabar dan pantang mengeluh walaupun tidak pernah belajar. Tapi kita sebagai manusia sering sekali mengeluh dan menganggap Tuhan tidak adil padahal baru mendapat cobaan dan ujian yang kecil saja. Maka belajarlah dari cicak mengenai kesabaran, pantang menyerah dan pantang mengeluh.

Pelajaran ketiga yang bisa kita dapatkan dari cicak adalah mengenai pengorbanan. Tahukah anda bagaimana cara cicak untuk mempertahankan hidup dari musuh maupun pemangsanya? Ya, cicak memiliki cara yang unik dalam mempertahankan hidup dari serangan musuh maupun pemangsanya. Yaitu dengan memutuskan ekornya sendiri. Dengan memutuskan ekornya sendiri cicak mampu mengelabuhi musuhnya, sehingga cicak bisa menyelamatkan diri dari musuh dan pemangsanya. Terkadang dalam kehidupan, harus ada yang berani kita korbankan untuk meraih kesuksesan. Baik itu berkorban waktu, harta, ilmu bahkan nyawa sekalipun. Karena memang ada harga yang harus dibayar untuk meraih kesuksesan dalam hidup. Nah, sekarang pertanyaannya adalah sudah sejauh manakah pengorbanan kita dalam mencapai kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup kita? Silahkan anda tanyakan kepada diri anda sendiri. Maka belajarlah dari seekor cicak yang rela memutuskan bagian tubuhnya sendiri yaitu ekornya untuk berjuang mempertahankan hidupnya dari kerasnya kehidupan.

Nah teman-teman, kalau dari seekor cicak saja kita bisa banyak mengambil pelajaran, maka kita sebagai manusia yang diberikan berbagai kelebihan oleh Tuhan, seharusnya kita bisa lebih banyak bersyukur dan mengoptimalkan segala potensi yang ada dalam diri kita yang tidak terbatas.  Masa kita kalah sama cicak!!!

Sumber: http://arihadipurnama.wordpress.com/2010/05/30/pelajaran-dari-cicak/

        


1 komentar:

Posting Komentar

Artikel Terpopuler