Gegar Budaya atau tidak tahu Budaya ?



Seorang anak muda berjingkrak dibawah kembang api... katanya merayakan tahun baru... hmmm...
Seorang anak kecil berteriak dipinggir jalan... happy new year katanya... hmmm
Dan beberapa orang anak muda dengan gaya punk berjalan lunglai... katanya sih merayakan tahun baru juga... hmmm...

Sedih... ya itulah perasaan yang akhirnya menyeruak.
Bertanya... apakah mengerti tentang perayaan tahun baru ?

Baiklah ...ini sejarahnya ...
Tahun baru adalah suatu perayaan di mana suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya. Budaya yang mempunyai kalender tahunan semuanya mempunyai perayaan tahun baru. Hari tahun baru di Indonesia jatuh pada tanggal 1 Januari karena Indonesia mengadopsi kalender Gregorian, sama seperti mayoritas negara-negara di dunia.

Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM.[1] Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh pada tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.

jadi... dari tradisi ROMAWI toh... dan Romawi itu siapa?... tentu kita tahu bahwa Romawi itu pusat budaya pagan pada awalnya dan menjadi pusat agama kristen sampai sekarang.

Terus kenapa harus pake kembang api dan terompet ?

Nah lagi-lagi masalah budaya...

Sebenarnya budaya meniup terompet merupakan budaya kaum Yahudi saat menyambut tahun baru. Tahun baru mereka jatuh pada bulan ke tujuh sesuai sistem penanggalan mereka. Pada malam tahun barunya, masyarakat Yahudi melakukan introspeksi diri dengan tradisi meniup shofar, sebuah alat musik sejenis terompet.

Terompet sudah ada sejak tahun 1.500 sebelum Masehi. Awalnya, alat musik ini digunakan untuk keperluan ritual agama serta digunakan saat akan berperang. Kemudian terompet dijadikan sebagai alat musik pada masa pertengahan Renaisance hingga saat ini. Begitulah akhirnya terompet menjadi tradisi untuk menyambut
malam tahun baru masehi.

lalu tentang kembang api ?... kita tahu sekali siapa sang penyembah api... kalau bukan majusi lalu siap lagi ?

hmmm... lalu saya tanya pada anak muda itu, terutama yang berjilbab itu..merayakan tahun baru yah ?..

        


0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Terpopuler